NYUKCRUK LEMBUR MAPAY GALUR - SEASON 2

Wisata Situ Ciengang
21 - 22 November 2026
500 Slot Tersedia
Rp 350.000

“MENAKLUKKAN JALUR, MENJELAJAHI LEMBUR”

Nyukcruk Lembur Mapay Galur — Season 2: Ketika Double Cabin Menyusuri Jalur Sukabumi

SUKABUMI — Semangat eksplorasi dan persaudaraan komunitas double cabin kembali dipertemukan dalam gelaran “Nyukcruk Lembur Mapay Galur — Season 2”, yang akan berlangsung pada 21–22 November 2026. Kegiatan ini merupakan Kopdar Gabungan DCAB-ID Jawa Barat, sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi wisata dan lanskap pedesaan Kabupaten Sukabumi melalui perjalanan yang dikemas dalam konsep tourism rally dan light offroad.

Perjalanan akan dimulai dari STUKPA POLRI Kota Sukabumi, kemudian peserta bergerak menyusuri jalur menuju kawasan Kecamatan Gegerbitung dan berakhir di Wisata Situ Ciengang. Sepanjang rute, peserta akan disuguhi karakter alam Sukabumi yang khas—hamparan kebun teh, perbukitan, lembah, serta pemukiman warga yang masih asri.

Menurut Herdy Somantri, yang akrab disapa Bima, Ketua DCAB-ID Sukabumi, kegiatan ini sejak awal tidak dirancang sekadar sebagai perjalanan menggunakan kendaraan double cabin.

“Kami ingin membuat kopdar yang bukan hanya kumpul, foto-foto, lalu pulang. Kami ingin teman-teman dari berbagai daerah di Jawa Barat bisa merasakan langsung jalur, alam, dan kehidupan masyarakat Sukabumi. Jadi kendaraan menjadi sarana untuk menikmati perjalanan, bukan tujuan akhirnya,” ujar Bima.

Konsep tourism rally dipilih untuk memberikan pengalaman yang lebih lengkap. Peserta akan melewati kombinasi jalur aspal dan light offroad, dengan tantangan yang tetap mengedepankan unsur rekreasi serta keselamatan. Setiap etape menjadi kesempatan untuk menikmati panorama sekaligus mengenal lebih dekat potensi wisata lokal.

“Nyukcruk Lembur Mapay Galur itu kurang lebih menggambarkan bagaimana kita menyusuri jalur dan masuk ke kampung-kampung. Kami ingin peserta tidak hanya melihat Sukabumi dari jalan utama, tetapi benar-benar masuk dan menikmati suasana lemburnya,” lanjut Bima.

Setibanya di Wisata Situ Ciengang, perjalanan kemudian berlanjut ke suasana yang lebih santai. Camping, games, BBQ, hingga pentas musik disiapkan sebagai bagian dari agenda malam. Bagi para peserta, momen tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antaranggota DCAB-ID dari berbagai wilayah Jawa Barat.

Namun, menurut Bima, ada satu hal yang tidak kalah penting dari rangkaian acara tersebut: bagaimana komunitas otomotif dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Kami ingin komunitas tidak hanya datang, menikmati tempatnya, kemudian pergi. Mudah-mudahan kehadiran kami juga bisa ikut mengenalkan destinasi lokal dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena prinsipnya, kita datang sebagai tamu dan pulang meninggalkan kesan yang baik,” ungkapnya.

Dengan menggabungkan petualangan, wisata, persaudaraan, dan aktivitas komunitas, Nyukcruk Lembur Mapay Galur — Season 2 diproyeksikan menjadi salah satu agenda kopdar yang menawarkan pengalaman berbeda bagi keluarga besar DCAB-ID Jawa Barat.

Dua hari, satu jalur panjang, dan ratusan cerita yang mungkin lahir di sepanjang perjalanan. Dari STUKPA POLRI Kota Sukabumi menuju Situ Ciengang, para pemilik double cabin tidak hanya akan menguji kendaraan mereka, tetapi juga diajak kembali menikmati esensi sebuah perjalanan: menyusuri galur, menikmati lembur, dan menemukan persaudaraan di setiap kilometer.

NYUKCRUK LEMBUR. MAPAY GALUR. SEASON 2.
SATU JALUR, SATU PERSAUDARAAN.

NYUKCRUK LEMBUR MAPAY GALUR - SEASON 2

Wisata Situ Ciengang
21 - 22 November 2026
500 Slot Tersedia
Rp 350.000

“MENAKLUKKAN JALUR, MENJELAJAHI LEMBUR”

Nyukcruk Lembur Mapay Galur — Season 2: Ketika Double Cabin Menyusuri Jalur Sukabumi

SUKABUMI — Semangat eksplorasi dan persaudaraan komunitas double cabin kembali dipertemukan dalam gelaran “Nyukcruk Lembur Mapay Galur — Season 2”, yang akan berlangsung pada 21–22 November 2026. Kegiatan ini merupakan Kopdar Gabungan DCAB-ID Jawa Barat, sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi wisata dan lanskap pedesaan Kabupaten Sukabumi melalui perjalanan yang dikemas dalam konsep tourism rally dan light offroad.

Perjalanan akan dimulai dari STUKPA POLRI Kota Sukabumi, kemudian peserta bergerak menyusuri jalur menuju kawasan Kecamatan Gegerbitung dan berakhir di Wisata Situ Ciengang. Sepanjang rute, peserta akan disuguhi karakter alam Sukabumi yang khas—hamparan kebun teh, perbukitan, lembah, serta pemukiman warga yang masih asri.

Menurut Herdy Somantri, yang akrab disapa Bima, Ketua DCAB-ID Sukabumi, kegiatan ini sejak awal tidak dirancang sekadar sebagai perjalanan menggunakan kendaraan double cabin.

“Kami ingin membuat kopdar yang bukan hanya kumpul, foto-foto, lalu pulang. Kami ingin teman-teman dari berbagai daerah di Jawa Barat bisa merasakan langsung jalur, alam, dan kehidupan masyarakat Sukabumi. Jadi kendaraan menjadi sarana untuk menikmati perjalanan, bukan tujuan akhirnya,” ujar Bima.

Konsep tourism rally dipilih untuk memberikan pengalaman yang lebih lengkap. Peserta akan melewati kombinasi jalur aspal dan light offroad, dengan tantangan yang tetap mengedepankan unsur rekreasi serta keselamatan. Setiap etape menjadi kesempatan untuk menikmati panorama sekaligus mengenal lebih dekat potensi wisata lokal.

“Nyukcruk Lembur Mapay Galur itu kurang lebih menggambarkan bagaimana kita menyusuri jalur dan masuk ke kampung-kampung. Kami ingin peserta tidak hanya melihat Sukabumi dari jalan utama, tetapi benar-benar masuk dan menikmati suasana lemburnya,” lanjut Bima.

Setibanya di Wisata Situ Ciengang, perjalanan kemudian berlanjut ke suasana yang lebih santai. Camping, games, BBQ, hingga pentas musik disiapkan sebagai bagian dari agenda malam. Bagi para peserta, momen tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antaranggota DCAB-ID dari berbagai wilayah Jawa Barat.

Namun, menurut Bima, ada satu hal yang tidak kalah penting dari rangkaian acara tersebut: bagaimana komunitas otomotif dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Kami ingin komunitas tidak hanya datang, menikmati tempatnya, kemudian pergi. Mudah-mudahan kehadiran kami juga bisa ikut mengenalkan destinasi lokal dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena prinsipnya, kita datang sebagai tamu dan pulang meninggalkan kesan yang baik,” ungkapnya.

Dengan menggabungkan petualangan, wisata, persaudaraan, dan aktivitas komunitas, Nyukcruk Lembur Mapay Galur — Season 2 diproyeksikan menjadi salah satu agenda kopdar yang menawarkan pengalaman berbeda bagi keluarga besar DCAB-ID Jawa Barat.

Dua hari, satu jalur panjang, dan ratusan cerita yang mungkin lahir di sepanjang perjalanan. Dari STUKPA POLRI Kota Sukabumi menuju Situ Ciengang, para pemilik double cabin tidak hanya akan menguji kendaraan mereka, tetapi juga diajak kembali menikmati esensi sebuah perjalanan: menyusuri galur, menikmati lembur, dan menemukan persaudaraan di setiap kilometer.

NYUKCRUK LEMBUR. MAPAY GALUR. SEASON 2.
SATU JALUR, SATU PERSAUDARAAN.